Tuesday, 26 November 2024

LEBIH BAIK DIAM


Ketika kata menjadi pedang tajam,

Menusuk hati tanpa belas kasihan,

Aku memilih diam,

Mengubur suara dalam keheningan yang dalam.


Bukan kerana takut, bukan kerana lemah,

Tapi kerana diam lebih bermakna,

Dari ucapan yang tak punya jiwa,

Atau lontaran amarah yang sia-sia.


Dalam diam, aku menemukan kedamaian,

Suara hatiku lebih lantang dari dunia,

Dan meski mereka tak mengerti,

Diam adalah pilihanku, sebuah harmoni.




Haini Karno

RUMAH TUA

   

Di sudut desa yang sunyi,

Berdirilah rumah tua tak berpenghuni,

Dindingnya rapuh, atapnya runtuh,

Namun kenangannya tetap utuh.


Pintu kayu yang retak berderit,

Menjaga rahsia zaman yang telah pergi,

Tawa dan tangis pernah singgah di sini,

Kini hanya angin yang menemani.


Rumah tua, saksi waktu yang berlari,

Meski diam, ia bercerita,

Tentang kehidupan, cinta, dan perpisahan,

Hingga tiba masa ia dilupakan.





Haini Karno


SELAMT TINGGAL DUNIAKU


Selamat tinggal, duniaku yang fana,

Saat mentari senja menyapa terakhir kalinya,

Aku melangkah menuju malam abadi,

Di mana cahaya bintang memandu jiwa ini.


Tidak ada lagi jejak yang perlu kutinggalkan,

Segala harapan telah kulipat dalam kenangan,

Tangis dan tawa yang pernah kudakap erat,

Kini kubiarkan larut, kembali pada semesta.


Duniaku, kau telah mengajariku segalanya,

Tentang cinta, luka, dan kesementaraan,

Kini saatnya aku menyerahkan rindu,

Pada angin yang akan membawanya jauh.


Jangan tangisi kepergianku,

Aku hanya kembali ke pangkuan-Nya,

Selamat tinggal, duniaku yang tercinta,

Semoga kau tetap indah untuk yang tersisa.


Haini Karno

SELAMAT HARI LAHIR AZALEA

 

Di hari ini yang penuh cahaya,

Kau dilahirkan membawa bahagia,

Azalea, namamu secantik bunga,

Harapan dan doa kami sentiasa ada.


Tahun demi tahun kau kian dewasa,

Mekar indah seperti azalea di taman,

Dengan senyuman yang menghangatkan jiwa,

Kau adalah pelita dalam kehidupan.


Selamat hari lahir, wahai Azalea,

Semoga langkahmu sentiasa diberkati,

Tumbuhlah menjadi insan yang bijaksana,

Bahagia, ceria, hingga akhir nanti.  


Haini Karno

26/11/24





MALAM YANG SUNYI



Malam datang dengan tenang,

Menyelimuti dunia dalam keheningan,

Bintang berkelip, bagaikan mata yang berjaga,

Menghiasi langit yang gelap, penuh misteri.


Angin malam menyapa lembut,

Menjaga rahsia yang tersimpan di bumi,

Setiap desahnya membawa ketenangan,

Mengiringi mimpi yang mulai berlayar.


Dalam kelam, ada cahaya yang bersinar,

Di setiap sudut, kehidupan berputar,

Malam, waktu untuk berfikir,

Waktu untuk merenung segala yang ada.


Haini Karno

Keningau



KOTA BATU

 


Kota Batu


Di celah batu berdiri megah,

Sejarah lama bisikkan kisah,

Jejak langkah pahlawan silam,

Mengukir cerita, melakar alam.


Angin malam menyentuh dinding tua,

Berkata tentang masa yang tak pernah lupa,

Di setiap retak, ada kenangan,

Kota batu ini, saksi zaman.


Namun, manusia sibuk berlalu,

Menjejak waktu tanpa berpaling,

Kota ini tetap berdiri kaku,

Mengabadikan segala yang berkeliling.


Haini Karno

26/11/24

Kota Kinabalu





Thursday, 1 August 2024

TANAH SEBIDANG

Haini Karno 

cerpen:


Dalam hati aku kadang bertanya kenapa abang long aku tak seputih hati ayah, tak sebersih jiwa ayah, tak semurni fikiran ayah.. Ah manusialah katakan tiada yang sempurna, tapi apa kah alasan sebegitu boleh di terima sedangkan Tuhan telah berikan akal sesempurnanya kepada mahluk yang bernama manusia itu berfikir sebelum bertindak sesuatu baik atau buruk.

Dia abang sulung sepatutnya lebih berfikir matang menjadi contoh kepada adik-adiknya, ini tidak, sikap pendendamnya itu buat aku sedikit hilang hormat padanya. 

Perkara lampau yang sudah berlalu tak sepatutnya menjadi ungkitan. Dengar hal itu pun bukannya besar sangat, bagi aku hal itu hanya sekecil zarah dan harus di lupakan. 
Nak kata dia bodoh tak juga, bijak sangat tak juga hem entahlah. 

"Tanah ini kita agihkan DAN BAHAGIAN SAYA, SAYA AKAN pecahKAN geran" kata-kata abang long kedengaran keras, cuping telinga ku seperti di sambar petir, satu kenyataan yang amat MENGEJUTKAN, memilukan, aku rasa gendang telinga ku pecah, jantungku terburai, terkedu. kata-kata yang keluar dari saudara kandung ku sendiri yang amat aku hormati dan segani sejak aku kecil. Dia tak sepatutnya berkata seperti orang yang tak cukup akal. 

Tiba-tiba amarahku seperti api membakar sekam, bibirku bergetar ingin meluahkan kata-kata namun Seakan ada sesuatu yang menghalang, jasad ku seperti terkena renjatan electric kaku tidak bergerak. Kak Zakiah, kak mas, abang ngah aku pandang satu persatu wajah mereka tunduk membisu tanpa sepata kata. 

"Pecah geran aku tak setuju" tiba-tiba abang ngah bersuara kedengaran lembut namun tegas. Kenyataan itu yang aku tunggu-tunggu, sedikit menyejukkan hatiku yang masih diamuk amarah. "tanah ini ibarat nyawa ibu dan ayah kita, walau pun mereka telah tiada, kita kekalkan dalam satu geran hanya tanah ini satu-satunya pusaka yang di tinggalkan, adalah lebih baik diaggihkan saja kawasan masing-masing lebih selamat, jika geran di pecahkan bimbang anak cucu kita suatu masa nanti habis dijual". 

Abang long tunduk ......bersambung lagi..





Saturday, 20 July 2024

WAKTU TERUS BERLLU

 



Bersama anak sulungku Dan dua orang cucu, mereka saja tempat aku meluahkan kerinduan Dan menghormatiku sebagai ibu.

DULU DAN KINI

Fhoto ini di rakam di Lapangan Terbang Antarabangsa Cochin, Kerala  India
Foto 2020 foto tahun 2008, 12 tahun yang lalu
2020
Hasil sentuhan faceapp 
{
2019
Sekadar untuk happy2 saja, untuk kebahagiaan jiwa sendiri di waktu pkp yang agak memboringkan. 

Waktu silih berganti akan ada saja perubahan. Demikianlah fitrah kehidupan tiada yang kekal begitu saja. Lalu aku teringat kata-kata seorang ustaz, katanya pemikiran kita akan sentiasa berubah mengikut peredaran masa, aku pun memerhati akan kebenaran kata-kata tersebut dan ternyata benar. 

ketika aku masih berusia muda, aku tak suka warna-warna garang seperti warna merah, kuning, oren dan yang seumpama dengannya. Aku sangat suka warna-warna yang lembut. 

Tapi warna merah sangat aku tak suka, tak boleh masuk dalam jiwaku, terutama dalam bab pakaian, jika aku pakai, jiwaku sakit dan rasa memberontak. Benarlah warna mampu mempengaruhi emosi seseorang. 

Tetapi setelah usiaku terus meningkat, aku mulai menyukai warna-warna terang dan garang, itulah antara perubahan yang berlaku. Mungkin kah faktor tersebut melambangkan kedewasaan, kematangan atau apa, entahlah.. Tapi warna hijau itu adalah warna jiwaku.. Tak mampu berpisah😍😍
Begitulah seadanya sifat manusia serba tak sempurna. 

#jangan kau menggedik dimedia sosial# kata-kata ini sangat melekat di mindaku. Aduhai...